pertama-tama, saya mohon maaf atas keterlambatan penyerahan tugas ini, saya baru mengetahui informasi tentang tugas ini hari ini (09/01/2008), saya berusaha menyelesaikan secepatnya yang saya bisa.
Resume ini berkaitan dengan kuliah umum seluruh mahasiswa STEI 2007 Konsep Teknologi yang kedua pada tanggal 27 November 2007 kuliah oleh Bapak Buntoro, seorang CEO dari PT Mega Andalan Kasalan, juga merupakan enterpreneur terbaik. Enterpreneur adalah hal yang diidam-idamkan oleh sebagian orang, tapi hanya sebagian dari sebagian orang itu yang benar-benar menjadi seorang enterpreneur sejati, dikarenakan banyaknya kendala yang akan menghadang orang tersebut menuju altar kesuksesan, seperti misalnya kegagalan, kesempatan yang jarang muncul,dll. Umumnya bagi orang-orang yang bertipe oportunis atau pemimpi, sebelum mereka mengubah sifat-sifat ini, jalan menuju kesuksesan melalui enterpreneurship tidak akan tercapai.
Seorang enterpreneur sejati haruslah memiliki perencanaan dan persiapan yang baik dalm menjalankan usahanya, serta pentingnya membangun soft skill seperti determinasi, integrasi, dll untuk mendukung hard skill yang ia miliki demi mencapai target yang ia inginkan.
Selasa, 08 Januari 2008
Minggu, 04 November 2007
Significant Figures
Seringkali, demi menyatakan kepastian suatu hasil pengukuran, kita mencantumkan banyak desimal di belakang angka aslinya, yah begitulah. Untuk menghindari penggunaan yang salah dan berlebihan, engineer mengemukakan suatu aturan yang disebut angka penting. Aturan yang sering dipakai adalah gunakan sejumlah angka dalam hasij pengukuran sesuai dengan ketidaktepatan yang digunakan dalam pengukuran. Pengukuran pasti memiliki angka penting tidak terhingga, juga angka yang didapat dari perhitungan pasti suatu hubungan matematika memiliki angka penting tak hingga. Jika kita ingin membulatkan suatu desimal, ada aturan sederhana yang umum. Untuk 0-4, bulatkan ke bawah, jadi angka tersebut diubah menjadi 0. Untuk 5-9, bulatkan ke atas, jadi angka tersebut diubah menjadi 1. Contoh untuk 0,09. Kita bulatkan, maka angka tersebut menjadi 0,1. Perhatikan bahwa kecerobohan dalam pembulatan akan menyebabkan kesalahan yang disebut round errors. Untuk mencari angka pasti/penting dari suatu perhitungan, tetapkan jumlah angka penting dari tiap angka, kalkulasi, lalu bulatkan jawaban sehingga memiliki angka penting yang terkecil sama dengan angka yang digunakan untuk mendapatkan angka tersebut.
Angka penting merupakan cara engineer untuk menyatakan suatu nilai, yang selain untuk mengungkapkan seberapa tepat angka tersebut juga menyatakan seberapa besar kesalahan bisa terjadi. Sekian
Angka penting merupakan cara engineer untuk menyatakan suatu nilai, yang selain untuk mengungkapkan seberapa tepat angka tersebut juga menyatakan seberapa besar kesalahan bisa terjadi. Sekian
Simple Error Analysis
Misalkan kita akan menghitung jumlah uang kita di dompet. Ada 2 lembar sepuluh ribuan, 2 lembar lima ribuan, dan 3 keping lima ratusan. Tentu saja kita mengantongi tiga puluh ribu lima ratus rupiah bukan? Kecuali ada yang ngutang. Sekarang misal kita dalam suatu riset dan diharuskan untuk mengukur panjang suatu pegas. Dengan penuh kepedean kita pilih penggaris sebagai alat ukur kita. Kita akan sadar, seberapa tepat dapat mengukur dengan penggaris. Lalu kita beralih dengan yang lebih canggih. Misal mikrometer. Atau laser. Atau mikroskop elektron. Seberapa tepat hasil pengukurannya? Berangkat dari permasalahan ini, engineer mengemukakan beberapa faktor yang penting dalam menyajikan data pengukuran. Pertama presisi, seringkali ditunjukkan dengan hasil yang hanya berbeda sedikit untuk pengukuran berulang. Akurasi, apakah angka yang didapat mendekati "kebenaran". Random errors, terjadi ketika kita melakukan pengukuran berulang. Walaupun kita "mengekang" diri kita untuk mencapai ketelitian yang sempurna. Systematic errors, terjadi ketika kita melakukan kesalahan dalam metode pengukuran. Ketidakpastian muncul dari random errors yang menyebabkan hilangnya presisi.
Senin, 01 Oktober 2007
PErkiraan Diameter Bulan
Konsep :
- kesebandingan segitiga
- pemantulan sempurna pada cermin datar
Step :
- yang pertama diukur adalah jarak permukaan bumi ke bulan
- lalu, dengan mengetahui jarak bumi ke bulan akan dapat diperkirakan diameter bulan
Alat - alat yang digunakan :
- cermin datar
- meteran panjang
- alat pengukur sudut sederhana*
- kapur
Operator :
- 2 orang sebagai objek
- 1 orang sebagai pengukur
Prosedur Estimasi :
TAHAP 1: Estimasi jarak bulan ke permukaan bumi
1. Memasang cermin 1 di tanah, lalu orang pertama memposisikan diri sehinnga dia bisa melihat bayangan bulan dari cermin tersebut
2. Orang pertama mengukur sudut kedudukannya terhadap bayangan bulan di cermin menggunkan alat pengukur sudut . Sudut yang dilihat adalah dari mata orang pertama dengan bagian atas bulan relatif terhadap orang pertama. (sebut sudut a )
3. Orang pertama menandai letak bulan relatif terhadapnya pada cermin menggunakan spidol. ( sebut titik P1)
4. Orang pertama menandai kedudukannya pada tanah (sebut titik A)
5. Orang ketiga mengukur jarak mata orang pertama terhadap tanah (T1)
6. Orang ketiga mengukur jarak tanda kedudukan orang pertama dengan kedudukan ayangan bulan.
7. Orang ketiga menarik garis lurus dari A ke P1, diperpanjang ke arah P1
8. Orang kedua menaruh cermin kedua pada garis perpanjangan AP1, kemudian memposisikan diri sedemikian hingga terpenuhi 2 syarat ini:
a) Dia bisa melihat bayangan bulan pada cermin II
b) Sudut yang dibentuk antara mata orang kedua dengan bayangan bulan di cermin II sama dengan sudut yang diperoleh pada orang pertama (sudut a). Yang dilihat oleh orang kedua adalah bagian bawah relatif terhadapnya.
9. Orang kedua menandai kedudukan bulan relatif terhadapnya di cermin II (sebut titik P2)
10. Orang ketiga menandai menandai kedudukan orang kedua di tanah (sebut titik B)
11. Orang ketiga mengukur jarak mata orang kedua terhadap tanah. (sebut T2)
12. Orang ketiga mengukur jarak P1 ke P2 (sebut R)
Gambar sistem:
Menyusul
Estimasi:
Karena sudut kiri dan kanan sama, maka segitiga OP1P2 adalah segitiga samakaki. Jarak permukaan bumi ke bulan adalah OP.
2OP T1 T2
—- = —- = —-
R S1 S2
T1 T2
OP = —- R = —- R
S1 S2
TAHAP 2 estimasi diameter bulan
Prosedur
1. orang pertama memasang cermin di tanah sampai dia bisa melihat bayangan bulan di cermin tersebut.
2. orang pertama menandai kedudukan bayangan bulan di cermin tersebut.
3. tandai kedudukan orang pertama
4. ukur jarak mata dengan tanah
5. ukur jarak kedudukan orang pertama dan bayangan bulan bawah dan atas.
Gambar
menyusul
2t = d+c-b-a
D= d+c-(a+b)
= (d-b)+(c-a)
= (x/v) (c-a)+(c-a)
D = (x/v + 1)(c-a)
Creative Team By :
- Aden Rohmana
- Aridasyah Eka Putra
- Harimurti
- Lestian Atmoprawira
- Haris Amrullah
- kesebandingan segitiga
- pemantulan sempurna pada cermin datar
Step :
- yang pertama diukur adalah jarak permukaan bumi ke bulan
- lalu, dengan mengetahui jarak bumi ke bulan akan dapat diperkirakan diameter bulan
Alat - alat yang digunakan :
- cermin datar
- meteran panjang
- alat pengukur sudut sederhana*
- kapur
Operator :
- 2 orang sebagai objek
- 1 orang sebagai pengukur
Prosedur Estimasi :
TAHAP 1: Estimasi jarak bulan ke permukaan bumi
1. Memasang cermin 1 di tanah, lalu orang pertama memposisikan diri sehinnga dia bisa melihat bayangan bulan dari cermin tersebut
2. Orang pertama mengukur sudut kedudukannya terhadap bayangan bulan di cermin menggunkan alat pengukur sudut . Sudut yang dilihat adalah dari mata orang pertama dengan bagian atas bulan relatif terhadap orang pertama. (sebut sudut a )
3. Orang pertama menandai letak bulan relatif terhadapnya pada cermin menggunakan spidol. ( sebut titik P1)
4. Orang pertama menandai kedudukannya pada tanah (sebut titik A)
5. Orang ketiga mengukur jarak mata orang pertama terhadap tanah (T1)
6. Orang ketiga mengukur jarak tanda kedudukan orang pertama dengan kedudukan ayangan bulan.
7. Orang ketiga menarik garis lurus dari A ke P1, diperpanjang ke arah P1
8. Orang kedua menaruh cermin kedua pada garis perpanjangan AP1, kemudian memposisikan diri sedemikian hingga terpenuhi 2 syarat ini:
a) Dia bisa melihat bayangan bulan pada cermin II
b) Sudut yang dibentuk antara mata orang kedua dengan bayangan bulan di cermin II sama dengan sudut yang diperoleh pada orang pertama (sudut a). Yang dilihat oleh orang kedua adalah bagian bawah relatif terhadapnya.
9. Orang kedua menandai kedudukan bulan relatif terhadapnya di cermin II (sebut titik P2)
10. Orang ketiga menandai menandai kedudukan orang kedua di tanah (sebut titik B)
11. Orang ketiga mengukur jarak mata orang kedua terhadap tanah. (sebut T2)
12. Orang ketiga mengukur jarak P1 ke P2 (sebut R)
Gambar sistem:
Menyusul
Estimasi:
Karena sudut kiri dan kanan sama, maka segitiga OP1P2 adalah segitiga samakaki. Jarak permukaan bumi ke bulan adalah OP.
2OP T1 T2
—- = —- = —-
R S1 S2
T1 T2
OP = —- R = —- R
S1 S2
TAHAP 2 estimasi diameter bulan
Prosedur
1. orang pertama memasang cermin di tanah sampai dia bisa melihat bayangan bulan di cermin tersebut.
2. orang pertama menandai kedudukan bayangan bulan di cermin tersebut.
3. tandai kedudukan orang pertama
4. ukur jarak mata dengan tanah
5. ukur jarak kedudukan orang pertama dan bayangan bulan bawah dan atas.
Gambar
menyusul
2t = d+c-b-a
D= d+c-(a+b)
= (d-b)+(c-a)
= (x/v) (c-a)+(c-a)
D = (x/v + 1)(c-a)
Creative Team By :
- Aden Rohmana
- Aridasyah Eka Putra
- Harimurti
- Lestian Atmoprawira
- Haris Amrullah
Estimasi Diameter Bulan
Konsep :
- kesebandingan segitiga
- pemantulan sempurna pada cermin datar
Step :
- yang pertama diukur adalah jarak permukaan bumi ke bulan
- lalu, dengan mengetahui jarak bumi ke bulan akan dapat diperkirakan diameter bulan
Alat - alat yang digunakan :
- cermin datar
- meteran panjang
- alat pengukur sudut sederhana*
- kapur
Operator :
- 2 orang sebagai objek
- 1 orang sebagai pengukur
Prosedur Estimasi :
TAHAP 1: Estimasi jarak bulan ke permukaan bumi
1. Memasang cermin 1 di tanah, lalu orang pertama memposisikan diri sehinnga dia bisa melihat bayangan bulan dari cermin tersebut
2. Orang pertama mengukur sudut kedudukannya terhadap bayangan bulan di cermin menggunkan alat pengukur sudut . Sudut yang dilihat adalah dari mata orang pertama dengan bagian atas bulan relatif terhadap orang pertama. (sebut sudut a )
3. Orang pertama menandai letak bulan relatif terhadapnya pada cermin menggunakan spidol. ( sebut titik P1)
4. Orang pertama menandai kedudukannya pada tanah (sebut titik A)
5. Orang ketiga mengukur jarak mata orang pertama terhadap tanah (T1)
6. Orang ketiga mengukur jarak tanda kedudukan orang pertama dengan kedudukan ayangan bulan.
7. Orang ketiga menarik garis lurus dari A ke P1, diperpanjang ke arah P1
8. Orang kedua menaruh cermin kedua pada garis perpanjangan AP1, kemudian memposisikan diri sedemikian hingga terpenuhi 2 syarat ini:
a) Dia bisa melihat bayangan bulan pada cermin II
b) Sudut yang dibentuk antara mata orang kedua dengan bayangan bulan di cermin II sama dengan sudut yang diperoleh pada orang pertama (sudut a). Yang dilihat oleh orang kedua adalah bagian bawah relatif terhadapnya.
9. Orang kedua menandai kedudukan bulan relatif terhadapnya di cermin II (sebut titik P2)
10. Orang ketiga menandai menandai kedudukan orang kedua di tanah (sebut titik B)
11. Orang ketiga mengukur jarak mata orang kedua terhadap tanah. (sebut T2)
12. Orang ketiga mengukur jarak P1 ke P2 (sebut R)
Gambar sistem:
Menyusul
Estimasi:
Karena sudut kiri dan kanan sama, maka segitiga OP1P2 adalah segitiga samakaki. Jarak permukaan bumi ke bulan adalah OP.
2OP T1 T2
—- = —- = —-
R S1 S2
T1 T2
OP = —- R = —- R
S1 S2
TAHAP 2 estimasi diameter bulan
Prosedur
1. orang pertama memasang cermin di tanah sampai dia bisa melihat bayangan bulan di cermin tersebut.
2. orang pertama menandai kedudukan bayangan bulan di cermin tersebut.
3. tandai kedudukan orang pertama
4. ukur jarak mata dengan tanah
5. ukur jarak kedudukan orang pertama dan bayangan bulan bawah dan atas.
Gambar
menyusul
2t = d+c-b-a
D= d+c-(a+b)
= (d-b)+(c-a)
= (x/v) (c-a)+(c-a)
D = (x/v + 1)(c-a)
Creative Team By :
- Aden Rohmana
- Aridasyah Eka Putra
- Harimurti
- Lestian Atmoprawira
- Haris Amrullah
- kesebandingan segitiga
- pemantulan sempurna pada cermin datar
Step :
- yang pertama diukur adalah jarak permukaan bumi ke bulan
- lalu, dengan mengetahui jarak bumi ke bulan akan dapat diperkirakan diameter bulan
Alat - alat yang digunakan :
- cermin datar
- meteran panjang
- alat pengukur sudut sederhana*
- kapur
Operator :
- 2 orang sebagai objek
- 1 orang sebagai pengukur
Prosedur Estimasi :
TAHAP 1: Estimasi jarak bulan ke permukaan bumi
1. Memasang cermin 1 di tanah, lalu orang pertama memposisikan diri sehinnga dia bisa melihat bayangan bulan dari cermin tersebut
2. Orang pertama mengukur sudut kedudukannya terhadap bayangan bulan di cermin menggunkan alat pengukur sudut . Sudut yang dilihat adalah dari mata orang pertama dengan bagian atas bulan relatif terhadap orang pertama. (sebut sudut a )
3. Orang pertama menandai letak bulan relatif terhadapnya pada cermin menggunakan spidol. ( sebut titik P1)
4. Orang pertama menandai kedudukannya pada tanah (sebut titik A)
5. Orang ketiga mengukur jarak mata orang pertama terhadap tanah (T1)
6. Orang ketiga mengukur jarak tanda kedudukan orang pertama dengan kedudukan ayangan bulan.
7. Orang ketiga menarik garis lurus dari A ke P1, diperpanjang ke arah P1
8. Orang kedua menaruh cermin kedua pada garis perpanjangan AP1, kemudian memposisikan diri sedemikian hingga terpenuhi 2 syarat ini:
a) Dia bisa melihat bayangan bulan pada cermin II
b) Sudut yang dibentuk antara mata orang kedua dengan bayangan bulan di cermin II sama dengan sudut yang diperoleh pada orang pertama (sudut a). Yang dilihat oleh orang kedua adalah bagian bawah relatif terhadapnya.
9. Orang kedua menandai kedudukan bulan relatif terhadapnya di cermin II (sebut titik P2)
10. Orang ketiga menandai menandai kedudukan orang kedua di tanah (sebut titik B)
11. Orang ketiga mengukur jarak mata orang kedua terhadap tanah. (sebut T2)
12. Orang ketiga mengukur jarak P1 ke P2 (sebut R)
Gambar sistem:
Menyusul
Estimasi:
Karena sudut kiri dan kanan sama, maka segitiga OP1P2 adalah segitiga samakaki. Jarak permukaan bumi ke bulan adalah OP.
2OP T1 T2
—- = —- = —-
R S1 S2
T1 T2
OP = —- R = —- R
S1 S2
TAHAP 2 estimasi diameter bulan
Prosedur
1. orang pertama memasang cermin di tanah sampai dia bisa melihat bayangan bulan di cermin tersebut.
2. orang pertama menandai kedudukan bayangan bulan di cermin tersebut.
3. tandai kedudukan orang pertama
4. ukur jarak mata dengan tanah
5. ukur jarak kedudukan orang pertama dan bayangan bulan bawah dan atas.
Gambar
menyusul
2t = d+c-b-a
D= d+c-(a+b)
= (d-b)+(c-a)
= (x/v) (c-a)+(c-a)
D = (x/v + 1)(c-a)
Creative Team By :
- Aden Rohmana
- Aridasyah Eka Putra
- Harimurti
- Lestian Atmoprawira
- Haris Amrullah
Senin, 24 September 2007
Aduh kepalaku
hm judul emang kadang ga nentuin isi (ah itu sih bisa2nya yang nulis ini). eniwei lansung aja ke pokok bahasan. sekarang kita hidup di era globalisasi. uda sering denger ya? di era ini informasi buanyak banget sumbernya, seiring dengan majunya teknologi khusunya di bidang informasi. sepele ya? siapa ngomong sepele?*aduh* garing ah!emang aduh kepalaku. oya menurut saya globalisasi cuma pinter2nya negara2 maju bwt ngembangin pengaruhnya. hum skeptis ya? pribadi nih..boleh kan?
dengan dimulainya era informasi yang begitu cepatnya ini, perubahan yang melanda kehidupan pun semakin luas dan banyak. hem. karya dan kreativitas semakin dijunjung, karena orisinilitas (aduh bahasa bikinan sendiri)benar2 akan menunjukkan 'inilah saya!'. kenapa? dengan sebegitu banyaknya informasi yang bisa dapatkan, entah benar atau nggak,bikin kita yang tadinya makin ga berarti jadi semakin ga berarti. ah telalu belebihan? ya gitu deh. di era yang makin edan ini orang yang ga bisa berkontribusi cuma bakal pengikut aja. tapi, nah, bagi yang bisa bikin sesuatu yang wah gitu, hasil karyanya bakal bener3 dihargai, yang sekarang disebut dengan HKI atau Hak Kekayaan Intelektual. hak ini melekat pada suatu karya dan penciptanya yang merupakan suatu pemberian alami (kaya HAM gitu. jadi karya A yang dibuat oleh Anu emang mencirikan Anu, kaya mata kaki Anu kan ga mungkin dimiliki Inu. tapi karya yang diciptakan tadi bisa di'pake2' sama yang buat, entah dikasi ke orang buat di banyakin, isitilahnya copyright, dipatenin buat ngedapetin Hak Paten jadi bisa terjaga dari tukang2 kopi ********** itu, atau dijual ke orang atau badan yang mau ngebeli. semua itu suka2, tapi diatur sama UU yang blaku. oy kalao mau ngepatenin barang buatan kita ke Amrik aja. atau ke laut aja. kenapa? soalnya sistemnya Amrik tuh ngelewatin batas2 negara, jadi perlindungan hak paten Amrik juga ngejamah ampe ke tetangga ampe ke ujung2.
nah kenapa mesti dibuat UUnya segala? sayang disini ga ngebahas tentang UUnya, bkin mata sipit. soalnya semua bisa dicuri. sampe yang bentuknya ga bebentuk. maya maksudnya, cyberitem. nah masalah makin rumit karena barang2 maya kalo kita kopi, askinya masih tetep ada, tapi si pencoleng juga dapet incerannya. kalo menurut hukum yang dulu2 itu ga bisa dianggep mencuri. dan gampang banget nyolong barang2 maya. kopi paste aja jadi. donlod, colok flash, wah seru deh kalo uda ngebajak2 gtu. he. indonesia banget deh! karena itulah perlu adanya payung hukum, atau jas hujan deh, bwt ngelindungin karya2 anak bangsa dari niat jahat tukang bajak. hem ngebajak make kebo bisa.
penting. UU ga ada gunanya kalo ga ada kesadaran. kaya di indonesia ini ni, banyak UU nya tapi yang jelek2 jalan terus. hargailah setiap karya2 yang uda susah payah dibuat, karena bisa bikin gambar, lagu, program, film, produk, dlldlldll itu bejuang keras! dan secara ga langsung kita nyakitin dan nyolong hal si pembuat yang mestinya dapet royalti sekian dari hak paten atas karyanya yang laku, eh malah mampir ke tukang fotokopi, tukang jualan DVD, dll. oya saya ada cerita sedikit, waktu itu temen saya minjem buku kimia saya buat di fotokopi (yah ini uda salah). katanya mau dibalikin sabtu. terus pas sabtu saya iseng2 nagih (aduh bukunya bikin males, bwt bantal malah bagus) katanya dibalikin minggu. lo kenapa? kata temen saya itu buku mau dibanyakin sama mas2 fotokopi bwt dijual. itung2 bisa dapet 50rb bwt satu buku fotokopian. nah tuh! inget duit dari hasil kaya gitu HARAM!!jangan pernah makan duit haram!
tapi kadang batas antara nyolong dan ga nyolong itu tipis banget.bwt manusia tipis, bwt Allah SWT jelas banget, ketara.
yah sekian dari emeng2 saya sampe ngedumel saya, semoga ada manfaatnya bwt yang baca.
enaknya buka sama apa ya?
abis buka kita masi puasa ga?
hohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohoh.........puasa apa dulu.
ah pusing kepala
writer's note : mkan mie terus bagus bwt yang jualan
dengan dimulainya era informasi yang begitu cepatnya ini, perubahan yang melanda kehidupan pun semakin luas dan banyak. hem. karya dan kreativitas semakin dijunjung, karena orisinilitas (aduh bahasa bikinan sendiri)benar2 akan menunjukkan 'inilah saya!'. kenapa? dengan sebegitu banyaknya informasi yang bisa dapatkan, entah benar atau nggak,bikin kita yang tadinya makin ga berarti jadi semakin ga berarti. ah telalu belebihan? ya gitu deh. di era yang makin edan ini orang yang ga bisa berkontribusi cuma bakal pengikut aja. tapi, nah, bagi yang bisa bikin sesuatu yang wah gitu, hasil karyanya bakal bener3 dihargai, yang sekarang disebut dengan HKI atau Hak Kekayaan Intelektual. hak ini melekat pada suatu karya dan penciptanya yang merupakan suatu pemberian alami (kaya HAM gitu. jadi karya A yang dibuat oleh Anu emang mencirikan Anu, kaya mata kaki Anu kan ga mungkin dimiliki Inu. tapi karya yang diciptakan tadi bisa di'pake2' sama yang buat, entah dikasi ke orang buat di banyakin, isitilahnya copyright, dipatenin buat ngedapetin Hak Paten jadi bisa terjaga dari tukang2 kopi ********** itu, atau dijual ke orang atau badan yang mau ngebeli. semua itu suka2, tapi diatur sama UU yang blaku. oy kalao mau ngepatenin barang buatan kita ke Amrik aja. atau ke laut aja. kenapa? soalnya sistemnya Amrik tuh ngelewatin batas2 negara, jadi perlindungan hak paten Amrik juga ngejamah ampe ke tetangga ampe ke ujung2.
nah kenapa mesti dibuat UUnya segala? sayang disini ga ngebahas tentang UUnya, bkin mata sipit. soalnya semua bisa dicuri. sampe yang bentuknya ga bebentuk. maya maksudnya, cyberitem. nah masalah makin rumit karena barang2 maya kalo kita kopi, askinya masih tetep ada, tapi si pencoleng juga dapet incerannya. kalo menurut hukum yang dulu2 itu ga bisa dianggep mencuri. dan gampang banget nyolong barang2 maya. kopi paste aja jadi. donlod, colok flash, wah seru deh kalo uda ngebajak2 gtu. he. indonesia banget deh! karena itulah perlu adanya payung hukum, atau jas hujan deh, bwt ngelindungin karya2 anak bangsa dari niat jahat tukang bajak. hem ngebajak make kebo bisa.
penting. UU ga ada gunanya kalo ga ada kesadaran. kaya di indonesia ini ni, banyak UU nya tapi yang jelek2 jalan terus. hargailah setiap karya2 yang uda susah payah dibuat, karena bisa bikin gambar, lagu, program, film, produk, dlldlldll itu bejuang keras! dan secara ga langsung kita nyakitin dan nyolong hal si pembuat yang mestinya dapet royalti sekian dari hak paten atas karyanya yang laku, eh malah mampir ke tukang fotokopi, tukang jualan DVD, dll. oya saya ada cerita sedikit, waktu itu temen saya minjem buku kimia saya buat di fotokopi (yah ini uda salah). katanya mau dibalikin sabtu. terus pas sabtu saya iseng2 nagih (aduh bukunya bikin males, bwt bantal malah bagus) katanya dibalikin minggu. lo kenapa? kata temen saya itu buku mau dibanyakin sama mas2 fotokopi bwt dijual. itung2 bisa dapet 50rb bwt satu buku fotokopian. nah tuh! inget duit dari hasil kaya gitu HARAM!!jangan pernah makan duit haram!
tapi kadang batas antara nyolong dan ga nyolong itu tipis banget.bwt manusia tipis, bwt Allah SWT jelas banget, ketara.
yah sekian dari emeng2 saya sampe ngedumel saya, semoga ada manfaatnya bwt yang baca.
enaknya buka sama apa ya?
abis buka kita masi puasa ga?
hohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohohoh.........puasa apa dulu.
ah pusing kepala
writer's note : mkan mie terus bagus bwt yang jualan
Senin, 17 September 2007
ayo mikir!!!!!!!
hemm..kalo kita disuruh mutusin antara bkin polisi tidur atau ga, sementara kita juga mesti mikirin kepentingan orang-orang yang dipengaruhi oleh keputusan tersebut, lu bkal milih yang mana?
kenapa tiba2 nanya begini?
suka2 gw?
*back to topic*jadi ceritanya kita tinggal (ngkos, mahasiswa sih) di suatu kawasan yang cukup berada (menengah ke atas). suatu saat/hari/waktu timbul masalah di perumahan tersebut, gara2 jalannya keenakan buat ngebut2n sampe ada yang kecelakaan meninggal pula gara2 gtwn (ngebut2n). trus dibikinlah keputusan (apa keputusasaan?) secara singkat yaitu bikin polisi tidur di jalan yang rawan kebut2 gtu. kontan ada yang ga setuju. ah kita mah mahasiswa jalan kaki/naek angkot ga kepengaruh sama polisi tidur, yang jungkir balik pun ga. taw2 dari pihak perumahan setempat gedor2 pintu kamar kita (telalu belebihan, maap), padahal kita lagi asik bow2 tenang berbantalkan buku kimia+kalkulus (uda dibuktikan, enak lo). kita diminta (apa disuruh) mutusin pilihan mana yang paling tepat antara bikin atau ga, berhubung kita anak ITB yang katanya pinter nyundul langit (ga sih, garing ya) trus ada provokator yang bilang,"eh, si anu (alah) kan belajar kontek tuh di ITBnya, katanya lagi belajar tentang problem solving, bisa dicoba tuh!". *menggeram* kita mesti ngambil keputusan secepatnya, sebelum perang komplek dimulai.
so life must goes on eh..
dengan tekad baja (ehm) kita analisis dulu keadaan lingkungan sekitar.
hasilnya :
daerah pemukiman menengah atas
perumahan komplek elite (we kita kos di tempat yang bagus ya? gpp ngarang2 dikit)
ada sekolahan anak2 kecil. namanya Sekolah Dasar
jalan yang jadi masalah itu lumayan gede buat 2 mobil lebih dari cukup, plus panjang plus minus 200 meter kondisi jalan rata mulus ga ada kerikil apalagi yang kurang ?
kita data apa2 sih yang jadi pros sama cons-nya. hasilnya seperti yang bisa dilihat :
pro:
banyak anak kecil menyebrangm takut ada tabrakan
kebut2 bikin ribut, apalagi kalo malem
kecelakaan jadi lumayan sering, dari yang nabrak orang sampe nabrak ayam
banyak yang jogging
kontra:
polisi bow2 bikin macet
gangguin keindahan jalan yang mulus
nambahin anggaran bulanan yang mesti dikeluarin buat iuran komplek (hei tajir ga mesti duit gampang kan?ketahuan pelit)
polisi bow bisa ngerusak mobil yang bannya rendah, apalagi yang bempernya rendah
ehm2. tenang semua. menurut catatan kontek saya, ada 3 metode yang bisa dipake.
petama, egoisme etikal.
kita nempatin posisi kita sebagai orang2 dari 2 kelompok tersebut.
buat yang pro : ya jelas dibangun udah sering kecelakaan gitu.uda maenan nyawa nih
buat yang kontra : alah ngapain sih susah2, lagian bikin macet aja, udahlah jangan bikin bandung jadi jakarta yang macetnya naudzubillah
so what's our decision about ethical egoism? we say, build the jeglogan!
kedua, utilitarian
semua yang pro sama yang kontra di list trus di list dan di kasi poin dari -10 sampe +10 tergantung dia bersifat membangun apa malah ngerusak..atau pokoknya menurut saya deh mana yang bagus, kan saya yang bikin keputusan.
yang terlibat dalam kubu pro :
warga menengah yang ga telalu begantung sama kendaraan
pihak SD yang takut anak didiknya disamber kebut2
yang terlibat kubu kontra :
warga kelas atas kebanyakan mobil
anak muda yang seneng kebut2 gila sambil ngegas kenceng2 terus knalpotnya uda ga ada peredamnya
mengurangi risiko kecelakaan +9
mengurangi keindahan jalan yang uda mulus -1
bikin macet -6
polisi bow2 bikin mobil gampang rusak -3
ngurangin keributan +4
nambah2n beban anggaran -2
banyak yang suka jogging sama jalan2, pengen jalanan keliyatan aman +3
ngurangin keasikan berkendara (ga bisa kebut2) -2
dana bisa dialihin ke hal yang lebih berguna -5
menambah ketertiban berkendara di dalam komplek +3
saya sebel sama motor! (maaf off-topic, dapet bilangan imajiner aja)
macet masih bisa diatasin +2
hem uda bingung apalagi +0
kalo plus kita bilang yes kalo minus kita bilang no
hasilnya adalah...................................................................................+2!!
yak bikin. kalo mau protes sama biang juri aja
ketiga. analisis hak
kita nganalisis hak2 siapa yang terpengaruh oleh keputusan ini.
yang kena pengaruh:
hak pejalan kaki
hak anak kecil SD yang lugu
hak pengguna kendaraanuntuk berkendara dengan lancar
hak pemilik rumah sebagai pendana untuk tidak mengeluarkan biaya tambahan (sumpah pelit amat ya?)
kita ambil ya (aja) karena lagi2 nyawa lebih penting daripada hal2 ece2 apalagi ga mau keluar duit.
so yes!
pak bos komplek ini hasilnya, kita saya kami halah setuju untuk bikin polisi bow2 disini, semoga bisa memuaskan bapak.
oh makasih dek, kita uda rembukkan mau nyari satpam pro di sini, supaya bisa ngatur2 lalu lintas. lumayan eh?
.......................................................
akhirnya kita bisa bow tenang lagi berbantalkan buku kimia+kalkulus yang empuk..huahmmmmmmmmmmmmmmmmm
writer's note : ati2 bahasa nyablak.
kenapa tiba2 nanya begini?
suka2 gw?
*back to topic*jadi ceritanya kita tinggal (ngkos, mahasiswa sih) di suatu kawasan yang cukup berada (menengah ke atas). suatu saat/hari/waktu timbul masalah di perumahan tersebut, gara2 jalannya keenakan buat ngebut2n sampe ada yang kecelakaan meninggal pula gara2 gtwn (ngebut2n). trus dibikinlah keputusan (apa keputusasaan?) secara singkat yaitu bikin polisi tidur di jalan yang rawan kebut2 gtu. kontan ada yang ga setuju. ah kita mah mahasiswa jalan kaki/naek angkot ga kepengaruh sama polisi tidur, yang jungkir balik pun ga. taw2 dari pihak perumahan setempat gedor2 pintu kamar kita (telalu belebihan, maap), padahal kita lagi asik bow2 tenang berbantalkan buku kimia+kalkulus (uda dibuktikan, enak lo). kita diminta (apa disuruh) mutusin pilihan mana yang paling tepat antara bikin atau ga, berhubung kita anak ITB yang katanya pinter nyundul langit (ga sih, garing ya) trus ada provokator yang bilang,"eh, si anu (alah) kan belajar kontek tuh di ITBnya, katanya lagi belajar tentang problem solving, bisa dicoba tuh!". *menggeram* kita mesti ngambil keputusan secepatnya, sebelum perang komplek dimulai.
so life must goes on eh..
dengan tekad baja (ehm) kita analisis dulu keadaan lingkungan sekitar.
hasilnya :
daerah pemukiman menengah atas
perumahan komplek elite (we kita kos di tempat yang bagus ya? gpp ngarang2 dikit)
ada sekolahan anak2 kecil. namanya Sekolah Dasar
jalan yang jadi masalah itu lumayan gede buat 2 mobil lebih dari cukup, plus panjang plus minus 200 meter kondisi jalan rata mulus ga ada kerikil apalagi yang kurang ?
kita data apa2 sih yang jadi pros sama cons-nya. hasilnya seperti yang bisa dilihat :
pro:
banyak anak kecil menyebrangm takut ada tabrakan
kebut2 bikin ribut, apalagi kalo malem
kecelakaan jadi lumayan sering, dari yang nabrak orang sampe nabrak ayam
banyak yang jogging
kontra:
polisi bow2 bikin macet
gangguin keindahan jalan yang mulus
nambahin anggaran bulanan yang mesti dikeluarin buat iuran komplek (hei tajir ga mesti duit gampang kan?ketahuan pelit)
polisi bow bisa ngerusak mobil yang bannya rendah, apalagi yang bempernya rendah
ehm2. tenang semua. menurut catatan kontek saya, ada 3 metode yang bisa dipake.
petama, egoisme etikal.
kita nempatin posisi kita sebagai orang2 dari 2 kelompok tersebut.
buat yang pro : ya jelas dibangun udah sering kecelakaan gitu.uda maenan nyawa nih
buat yang kontra : alah ngapain sih susah2, lagian bikin macet aja, udahlah jangan bikin bandung jadi jakarta yang macetnya naudzubillah
so what's our decision about ethical egoism? we say, build the jeglogan!
kedua, utilitarian
semua yang pro sama yang kontra di list trus di list dan di kasi poin dari -10 sampe +10 tergantung dia bersifat membangun apa malah ngerusak..atau pokoknya menurut saya deh mana yang bagus, kan saya yang bikin keputusan.
yang terlibat dalam kubu pro :
warga menengah yang ga telalu begantung sama kendaraan
pihak SD yang takut anak didiknya disamber kebut2
yang terlibat kubu kontra :
warga kelas atas kebanyakan mobil
anak muda yang seneng kebut2 gila sambil ngegas kenceng2 terus knalpotnya uda ga ada peredamnya
mengurangi risiko kecelakaan +9
mengurangi keindahan jalan yang uda mulus -1
bikin macet -6
polisi bow2 bikin mobil gampang rusak -3
ngurangin keributan +4
nambah2n beban anggaran -2
banyak yang suka jogging sama jalan2, pengen jalanan keliyatan aman +3
ngurangin keasikan berkendara (ga bisa kebut2) -2
dana bisa dialihin ke hal yang lebih berguna -5
menambah ketertiban berkendara di dalam komplek +3
saya sebel sama motor! (maaf off-topic, dapet bilangan imajiner aja)
macet masih bisa diatasin +2
hem uda bingung apalagi +0
kalo plus kita bilang yes kalo minus kita bilang no
hasilnya adalah...................................................................................+2!!
yak bikin. kalo mau protes sama biang juri aja
ketiga. analisis hak
kita nganalisis hak2 siapa yang terpengaruh oleh keputusan ini.
yang kena pengaruh:
hak pejalan kaki
hak anak kecil SD yang lugu
hak pengguna kendaraanuntuk berkendara dengan lancar
hak pemilik rumah sebagai pendana untuk tidak mengeluarkan biaya tambahan (sumpah pelit amat ya?)
kita ambil ya (aja) karena lagi2 nyawa lebih penting daripada hal2 ece2 apalagi ga mau keluar duit.
so yes!
pak bos komplek ini hasilnya, kita saya kami halah setuju untuk bikin polisi bow2 disini, semoga bisa memuaskan bapak.
oh makasih dek, kita uda rembukkan mau nyari satpam pro di sini, supaya bisa ngatur2 lalu lintas. lumayan eh?
.......................................................
akhirnya kita bisa bow tenang lagi berbantalkan buku kimia+kalkulus yang empuk..huahmmmmmmmmmmmmmmmmm
writer's note : ati2 bahasa nyablak.
Langganan:
Postingan (Atom)