Minggu, 04 November 2007

Significant Figures

Seringkali, demi menyatakan kepastian suatu hasil pengukuran, kita mencantumkan banyak desimal di belakang angka aslinya, yah begitulah. Untuk menghindari penggunaan yang salah dan berlebihan, engineer mengemukakan suatu aturan yang disebut angka penting. Aturan yang sering dipakai adalah gunakan sejumlah angka dalam hasij pengukuran sesuai dengan ketidaktepatan yang digunakan dalam pengukuran. Pengukuran pasti memiliki angka penting tidak terhingga, juga angka yang didapat dari perhitungan pasti suatu hubungan matematika memiliki angka penting tak hingga. Jika kita ingin membulatkan suatu desimal, ada aturan sederhana yang umum. Untuk 0-4, bulatkan ke bawah, jadi angka tersebut diubah menjadi 0. Untuk 5-9, bulatkan ke atas, jadi angka tersebut diubah menjadi 1. Contoh untuk 0,09. Kita bulatkan, maka angka tersebut menjadi 0,1. Perhatikan bahwa kecerobohan dalam pembulatan akan menyebabkan kesalahan yang disebut round errors. Untuk mencari angka pasti/penting dari suatu perhitungan, tetapkan jumlah angka penting dari tiap angka, kalkulasi, lalu bulatkan jawaban sehingga memiliki angka penting yang terkecil sama dengan angka yang digunakan untuk mendapatkan angka tersebut.
Angka penting merupakan cara engineer untuk menyatakan suatu nilai, yang selain untuk mengungkapkan seberapa tepat angka tersebut juga menyatakan seberapa besar kesalahan bisa terjadi. Sekian

Tidak ada komentar: