Minggu, 04 November 2007
Simple Error Analysis
Misalkan kita akan menghitung jumlah uang kita di dompet. Ada 2 lembar sepuluh ribuan, 2 lembar lima ribuan, dan 3 keping lima ratusan. Tentu saja kita mengantongi tiga puluh ribu lima ratus rupiah bukan? Kecuali ada yang ngutang. Sekarang misal kita dalam suatu riset dan diharuskan untuk mengukur panjang suatu pegas. Dengan penuh kepedean kita pilih penggaris sebagai alat ukur kita. Kita akan sadar, seberapa tepat dapat mengukur dengan penggaris. Lalu kita beralih dengan yang lebih canggih. Misal mikrometer. Atau laser. Atau mikroskop elektron. Seberapa tepat hasil pengukurannya? Berangkat dari permasalahan ini, engineer mengemukakan beberapa faktor yang penting dalam menyajikan data pengukuran. Pertama presisi, seringkali ditunjukkan dengan hasil yang hanya berbeda sedikit untuk pengukuran berulang. Akurasi, apakah angka yang didapat mendekati "kebenaran". Random errors, terjadi ketika kita melakukan pengukuran berulang. Walaupun kita "mengekang" diri kita untuk mencapai ketelitian yang sempurna. Systematic errors, terjadi ketika kita melakukan kesalahan dalam metode pengukuran. Ketidakpastian muncul dari random errors yang menyebabkan hilangnya presisi.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar